MUSIK

-->
MUSIK

Siapa sih yang tidak tau musik, bahkan kita semua pasti suka dengan yang namanya musik. Banyak sekali jenis/ragam musik yang berkembang saat ini, mulai dari musik pop, rock, jazz, dangdut, keroncong, dan masih banyak jenis musik lainnya.
Nah... disini saya akan sedikit mengupas tentang musik rock. Kenapa? Karena saya adalah penggemar musik rock. Heheheee.....

Musik Rock adalah salah satu genre dalam khasanah musik populer dunia yang biasanya didominasi oleh vokal, gitar, drum, dan bas. banyak juga dengan penambahan instrumen seperti keyboad, piano maupun synthesizer. Musik rock biasanya mempunyai beat yang kuat dan didominasi oleh gitar, baik elektrik maupun akustik.

Pondasi dari musik rock adalah rock and roll dan rockabilly di era 50an. pada akhir 60an banyak terjadi percampuran genre musik lain dengan musik rock. Musik folk bercampur menjadi Folk Rock, Musik blues bercampur menjadi Blues Rock dan musik jazz menjadi Jazz-Fussion Rock. Dan pada tahun 70an rock berkembang menjadi beberapa subgenre seperti soft rock, hard rock, heavy metal dan punk. Di era 80an berkembang lagi beberapa subgenre seperti glam metal, synth rock, trash metal, hardcore punk, alternative rock. Di era 90an subgenre baru yaitu grunge style rock, britpop, indie rock, piano rock dan nu metal.




Sejarah Musik Rock Indonesia
Musik rock underground di Indonesia di era 70-an. Misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Underground adalah Istilah yang digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih `liar’ dan `ekstrem’ untuk ukuran jamannya.

Tapi sebelum tahun 1970-an, sebenarnya sudah ada sebuah band bernama The Rollies, yakni grup band beraliran jazz rock yang dibentuk di Bandung dan menjadi kebanggaan Kota Kembang pada tahun 1967, bahkan sempat populer hingga awal 1980-an. Para personelnya terdiri dari Bangun Sugito (vokal), Uce F. Tekol (bas), Jimmy Manoppo (drum), Benny Likumahuwa (trombon), Delly Joko Arifin (keyboards/vokal), Bonny Nurdaya (gitar), dan Teungku Zulian Iskandar (saksofon). 

The Rollies adalah kelompok rock tertua Indonesia dan termasuk grup yang paling sering mengalami bongkar pasang pemain. Dalam perjalanannya, grup yang telah merintis ke dunia rekaman pada tahun 1967 ini sempat menjadi grup papan atas yang disegani penonton Bandung, Jakarta, Medan, dan Malang. Banyak yang menganggap The Rollies sebagai peletak dasar band rock Indonesia yang telah memberikan kontribusi bagi musik Indonesia masa kini. 
 
God Bless
Setelah The Rollies dan Giant Step, God Bless gantian menyandang predikat sebagai grup band rock papan atas di Indonesia pada masa itu. Bahkan bisa dibilang, God Bless adalah raja panggungnya musik Indonesia. God Bless mendeklarasikan diri sebagai grup band rock pada 5 Mei 1973, dengan formasi awal Achmad Albar (vokal), Fuad Hassan (drum), Ludwig Lemans (gitar), Donny Fattah (bas), dan Jockie Soeryoprayogo (keyboards).

Di antara beberapa band rock yang hadir di masa itu God Bless bisa dibilang hampir tak tertandingi. Kendati kerap mengusung repertoar asing milik Deep Purple, ELP hingga Genesis, namun aksi panggung serta skill masing-masing personelnya boleh dibilang di atas rata-rata. Tapi karena terlalu sering menyanyikan lagu asing, gaya musik para personel God Bless sedikit banyak terpengaruh. Hal tersebut tergambar jelas dalam garapan musik album perdana mereka, “Huma di Atas Bukit”, yang cukup banyak terpengaruh sound Genesis.

Selain tidak memiliki gaya bermusik yang solid, keanggotaan God Bless juga bisa dibilang kurang solid. Sebab, dalam perjalanannya grup ini terhitung sangat sering gonta-ganti personel. Dari grup ini, nama Ian Antono mulai menarik perhatian dan menjadi gitaris pertama yang berkibar di jalur rock Indonesia.


Awal tahun 1980-an, bermunculan warna-warna baru dalam musik rock dengan sound yang lebih garang, speed menonjol, lengkingan vokal yang tinggi, dan distorsi gitar yang lebih tebal, seiring dengan majunya perangkat efek gitar dan teknologi sound system-nya. Mungkin dari situlah tahun 80an disebut sebagai eranya evolusi musik rock.

Hingga 1990-an akhirnya muncul mazhab-mazhab musik heavy metal, hard rock, dan speed metal. Penampilan-penampilan musisi pada era ini tergolong "gila". Bahkan para fans-nya juga membuat geng-geng guna mendukung grup band-nya masing-masing, dan ini menjadi cikal bakal seringnya tawuran di saat live music. Pada era ini pula mulai ada fans yang melakukan head banger alias mengibaskan rambut yang gondrong atau menggoyang-goyang kepala sambil mengikuti beat lagu, disertai salam metal tiga jari

Hard Rock
Genre musik rock yang berakar pada musik pertengan 60a yaitu garage dan psychedelic rock dan banyak keterpengaruhan dari musik blues. Hard rock banyak didominasi oleh gitar elektrik, bas gitar dan drum. Peran gitaris biasanya terbagi dua yaitu lead guitar dan rythm guitar, lead guuitar akan menampilkan guitar solo pada beberapa bagian dari lagu sedangkan peran rythm guitar lebih sebagai pelengkap lead guitar. Bas gitar dan drum berfungsi untuk membangun struktur dari musik hard rock itu sendiri. Beberapa grup musik hard rock terkemuka seperti : AC/DC, AC/DC, Aerosmith, The Who, Thin Lizzy, Guns N' Roses, Nazareth, Van Halen dan Kiss sedangkan grup musik seperti led zeppelin dan deep purple adalah "pelintas batas" antara hard rock dan heavy metal

Heavy Metal
Sebenarnya hard rock dan heavy metal tidak beda jauh dalam hal bermusik makanya banyak pelintas batas antara keduanya, musik heavy metal hanya lebih cepat dalam musiknya. Musik ini dipelopori oleh led zeppelin, deep purple dan black sabbath. penerusnya seperti Judas Priest, Iron maiden, metallica, megadeth, Slayer, W.A.S.P, dll. Ciri tema dari lirik heavy metal adalah tentang kekerasan, fantasi dan mistis.

Punk Rock
Aliran ini lebih pada pemberontakan anak muda terhadap kemapanan. punk rock lebih pada idiologi daripada kemampuan bermusik.

Glam Metal
secara musik glam metal gak beda jauh dengan heavy metal hanya saja ada perbedaan dalam lirik yang lebih cenderung hedonistik seperti masalah sex, minuman dan obat. Grup band yang masuk ke aliran ini adalah motley crue, deff lepard, quiet riot, dokken, twisted sister,poison, cinderella,warrant, bon jovi dll.
Sering juga disebut sebagai Hair Metal karena kecenderungan dari personil band nya yang berambut panjang dan gaya berpakaiannya yang glamour dan make up nya.

Pada tahun 1985, muncul nama Nicky Astria dengan albumnya, “Jarum Neraka”, yang digarap bersama Ian Antono. Album itu ternyata laris di pasaran hingga terjual di atas 250 ribu kaset. Album “Jarum Neraka” itu disebut-sebut sebagai album rock Indonesia pertama yang mampu menyaingi album lagu pop dalam mendobrak angka penjualannya. BASF Awards menganugerahi album ini sebagai album rock terlaris di tahun yang sama.

Pada era 1990 sampai 1995
, warna musik masih sama, tapi banyak band baru yang bermunculan . Jenis musik Speed Metal masih jadi pilihan utama meski Trash Metal mulai juga
dilirik dan digarap oleh band-band yang baru dengan vocal garang yang
merubah pakem Rock bahwa tidak harus bervocal tinggi.

Pada era inilah merupakan kejayaan musik Rock di beberapa kota di seluruh
Indonesia.Tetapi kejayaan ini tidak bertahan lama ketika para fans maniak masing-masing band yang memiliki geng-geng nya sendiri-sendiri mulai bersikap anarkhis, mau
menang sendiri, pengen di akui ingin menjadi geng yang terkuat terbesar dan
banyak anggota, maka mulailah disetiap pentas live musik Rock, diwarnai dengan
tawuran, kekacauan bahkan sampai sempat menimbulkan korban jiwa juga.
Peristiwa konser SEPULTURA di Surabaya yang kacau dan juga METALICA di Jakarta
yang berbuntut kekacauan yang dramatis menyebabkan akhirnya pentas musik Rock
dilarang untuk jangka waktu yang cukup lama

Pada era 1995 -2000, Susahnya penyelenggaraan konser Rock, masuknya aliran
alternative yang dibawa oleh Nirvana dan faktor udzurnya Rocker2 era 80-90 an.
Kaderasasi mulai dipikirkan oleh mereka para penggemar musik Rock.
NIRVANA sebagai musik alternatif menumbuhkan gairah baru di para Rocker, dengan
cordnya yang simpel maka banyaklah lagu2 nirvana yang di adopsi mereka.
Skill mulai tidak diperhatikan, speed, harmonisasi dan beat-beat indah yang dulu
selalu ada mulai tenggelam. Bahkan distorsi dan efek gitar tidak lagi menjadi
kekuatan melainkan hanya menjadi noise saja yang tidak bermanfaat.

Banyaknya group band yang masih menganut faham metal jenis sebelumnya yang tidak
lagi terperhhatikan, tak lagi dapat konser di panggung, tak lagi ada prodiuser
yang melirik, hal ini menyebabkan munculnya jenis baru di blantika musik yakni
musik UNDERGROUND, mereka bermainnya diam-diam, merekam kasetnya sendiri dan menjualnya sendiri.

Susahnya penyelenggaraan konser Rock dikarenakan para fans maniak masing-masing
band yang memiliki geng-geng sendiri-sendiri mulai bersikap anarkhis, mau
menang sendiri, pengen di akui ingin menjadi geng yang terkuat terbesar dan
banyak anggota sehingga terjadi kerusuhan, tawuran. Lihat saja grup SLANK yang sampai sekarang masih di larang mengadakan konser atau manggung di tempat terbuka.

Jadi mulai sekarang kita dukung musik rock dan musik Indonesia dengan tidak menjadi fans yang anarkis. Apalagi melihat keseragaman jenis musik di negeri kita saat ini yang banyak di dominisi lagu lagu melayu. Kita patut berharap musik rock bisa berjaya lagi.

AYO BANGKIT MUSIK ROCK !!!

Trie Yas
*dari beberapa sumber*
 

LAGU PILIHAN








Tag : Artikel
Back To Top