Agar kau ingat senja


Sastra berasal dari bahasa sansekerta yang berarti "teks yang mengandung instruksi".  Sastra adalah sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan yang kental nuansa puitis atau abstrak.
Sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis dan sastra lisan(sastra oral).
 Jadi yang termasuk kedalam kategori sastra antara lain: Novel, Cerita / Cerpen, Syair/ Sajak, Pantun, Sandiwara /Drama, dan Lukisan / Kaligrafi.

Pada era sekarang ini peminat dunia sastra sudah sangat sedikit sekali, jauh jika dibandingkan dengan peminat ilmu teknologi. Karya-karya sastra seperti Novel, Sajak/ Puisi, Lukisan dan macam-macam sastra lainnya hanya dibaca atau dinikmati oleh para penggiat sastra atau sastrawan itu sendiri. bisa dikatakan puisi/ sajak hanya dibaca dan dinikmati oleh para penyair (penulis puisi itu sendiri).

Peran masyarakat dalam memberikan penghargaan dan anugerah kepada seni sastra sekarang ini juga sangat sedikit sekali. Honorarium tertinggi bagi karya sastra yang paling populer diciptakan oleh para sastrawan seperti puisi dan cerpen hanya berkisar antara Rp. 250 ribu untuk Puisi dan Rp. 1 juta sampai Rp. 1.5 juta untuk Cerpen. Bahkan masih ada media yang memberikan honorarium Rp. 50 ribu untuk Puisi dan Rp. 100 ribu untuk cerpen. Namun selain itu dari Departemen pariwisata dan kebudayaan serta beberapa Organisasi lainnya juga turut membarikan penghargaan. Mudah-mudahan dengan penganugerahan yang diberikan bagi karya sastra ini mampu mengangkat derajat dan martabat dunia sastra di indonesia, sehingga akan lebih banyak lagi sastrawan-sastrawan muda di kancah seni kesusastraan

-Contoh karya sastra yang berbentuk sajak/ puisi

Agar  kau ingat senja
 oleh: Giri Soeprijanto

Kutitipkan sajak ini untukmu
ketika bahuku lelah memikul sederetan namamu
dan cekung mataku
tak mampu lagi membaca rentetan abjad
yang kau sembunyikan dibalik saku

kita serupa anak kecil kini
bermain tebak jari
batu, kertas, dan gunting
menghitung  kancing baju
agar kau ingat senja


peluk…
ini tubuhku
mana usapan lembut tanganmu
kecup hangat yang kau tawarkan kala senja
sementara aku hanyut dalam sungai malam

aku masih setia pada kertas
untuk menuliskan sajak, agar kau ingat senja
sedang kau berada diantara batu dan gunting
seolah mengecoh aku

aku akan turuti langkahmu
agar kau  ingat senja..

bks, oktober’09

Koleksi Puisi dan Sastra


Link Puisi: Puisi, Syair, Sajak, Kumpulan Puisi, Kumpulan Sajak, Puisi Cinta, Sajak Cinta, Kumpulan Puisi Absurd, Sastra, Seni dan Sastra

Tag : Sastra
Back To Top