Puisi Fitrah Anugerah

Puisi-Puisi Fitrah Anugerah -Saya mengenal beliau cak Fitrah anugerah melalui media social Facebook, karena memang dulu kami sama-sama aktif di facebook dan sama-sama menyukai sastra dan puisi. Setelah sering saling comment baik di status ataupun catatan puisi, entah itu cuma sekedar komen haha.. hihi.. ataupun comment serius mengenai sastra dan puisi. Kami beberapa kali pernah ketemu dalam sebuah acara komunitas sastra bekasi dan komunitas sastra kalimalang. Beliau orangnya ramah dan cukup humoris tapi juga serius.
puisi fitrah anugerah

Fitrah Anugerah lahir di Surabaya, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1974 yang merupakan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa Universitas Airlangga Surabaya. Beberapa puisisnya pernah dimuat di surat kabar seperti Surabaya post, Sinar harapan, dan Bekasi news. Selain itu juga banyak sekali puisi-puisi fitrah anugerah yang dimuat atau ditulis di media social seperti facebook dan beberapa media internet lainnya.

Puisi-Puisi Fitrah Anugerah


Puisi-puisi ini saya kutip dari KOMPAS.COM atas ijin langsung dari sang penulis yaitu Cak Fitrah Anugerah. Sebenarnya masih banyak sekali puisi fitrah anugerah yang saya sukai, tapi sementara cukup dua puisi ini dulu yang dapat saya tuliskan, mungkin lain waktu akan saya tuliskan puisi beliau yang lainnya lagi dalam blog ini. Matur nuwun cak.


Puisi Fitrah Anugerah - Kwetiauw Goreng

Kusajikan sepiring kwetiauw goreng di meja
Dengan sebaran repih-repihan hatiku dalam piring
Hatiku yang kuambil dan kupotong-potong
Lalu kumasak berbaur sulur kuning kwetiauw
dan cuilan bawang merah+putih,
garam, cuka, cabe, kaldu sapi dan lada.

Dadaku bagai wajan penggorengan buat segenap bahan masakan
Api kerinduan percepat mematangkan.Tercium aroma
Yang akan membukakan pintu penjara dalam perutmu.

Kau begitu menyukai.Melahap tandas setiap bagian
Tanganmu telah menangkap diriku dan aku jinak depan mulutmu.
Hingga kau jebloskan aku dalam penjara di perutmu.

Tiada sanggup melepas. Tiada bisa melihat wajahmu
Setelah menelan pedasnya diriku yang kau buang.
Kau marah dan kau curahkan segelas air dingin dalam penjara.
Tercurah penuh menggelontorku.Merendam pedasku
Sebentar lagi kau melepasku dalam genangan air.
Kau mau hanyutkan ku di sulur panjang aliran sungai.

Bekasi, 17 nov 09
 
Puisi Fitrah Anugerah - Hikayat Kucing dan Anjing

Aku melihat dia bagai kucing liar
Menyeret-nyeret tubuh mudamu
Lalu mencabik-cabik dalam kegelapan
Dia pandai telah membaca lengahku

Bagai anjing kesetanan, aku membentak pada dia.
Dia lari aku kejar.Ah dia hanya pecundang.
Pada sunyi mengendap-endap temui engkau
Agar takut tajam taring pendeknya.

Dan dia lari menuju ketiak pengasuhnya.
Aku takut. Aku lunglai.
Sebab wajah pengasuhnya ingatkanku pada kunti.

Oh aku serupa anjing terkapar di pinggir pagi.
Melihat tubuhmu telah dirobek dia.
Darahmu akanlah mengering nanti.
Kujilat-kujilati tubuhmu tetaplah kau kaku.
Aku menjerit. Aku menggonggong.
Rasanya telah keluar sumpahku.
Akan membuat dia bertelanjang.Tak berbulu halus...

Bekasi, 17 nov 2009

Itulah dua buah puisi karya fitrah anugerah yang dapat saya tuliskan dalam blog ini. Semoga menghibur dan bermanfaat bagi pembaca blog bocah soenyi dimanapun anda berada. Jika anda menyukai kumpulan puisi ini, silahkan anda bagikan di media social dengan mengklik bottom media social dibawah ini.

Subscribe to receive free email updates: