ORANG TUA DAN ANAK

Artikel ini kiriman dari sahabatku Trie Yas, Thank's ya shob....
ORANG TUA DAN ANAK

Rokok, narkoba, freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya merupakan beberapa fakta kenakalan remaja di era modern ini. Hal ini terjadi salah satunya karena kurang kasih sayang dan pengawasan orang tua. Selain itu realisi orang tua juga sangat mempengaruhi pertumbuhan anak. Sebab pada dasarnya relasi orang tua yang bermasalah bisa membuat jiwa anak menjadi labil. Suasana rumah yang nyaman sangat baik buat pertumbuhan anak kedepannya. Sebaliknya jika suasana rumah atau orang tua dirasa sudah tidak memberi rasa nyaman. Contohnya ketika anak melakukan kesalahan, orang tua langsung memarahinya padahal kemarahan itu disimpan anak di dalam dirinya dan bisa dibawa sampai si anak tumbuh besar dan anak bisa berpikir bahwa dirinyalah yang selalu salah atau malah sebaliknya, berpikir orang tuanya tidak sayang karena sering memarahinya.

Semua orang yang normal pasti akan meyayangi anaknya tapi semua orang tua mempunyi cara sendiri sendiri untuk mengkspresikan kasih sayangnya. Ada yang dengan materi (hadiah), ada yang memanjakannya berlebihan (semua yang dimau si anak diturutin). Mengekspresikan kasih sayang kepada anak secara wajar itulah yang paling ideal dan yang terpenting orang tua selalu ada (dekat) dengan anak. Namun banyak orang tua yang kurang bisa menjaga kedekatan (keharmonisan) dengan anak.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kurangnya kedekatan antara anak dan orang tua

Orang Tua yang Bekerja
Selain karena tuntunan ekonomi, pergeseran pandangan peran wanita telah mendorong banyak ibu rumah tangga yang turun berkerja mencari nafkah. Padahal seorang ibu memegang peranan penting dalam mendidik anak dalam lingkungan rumah tangga. Jika seorang ibu sudah mendidik anak-anaknya tentang bagaiman menghormati, menuruti, mengendalikan diri dan mempunyai tabiat yang jujur, berarti seorang ibu sudah mempersiapkan anak didik yang tangguh dan berkepribadian yang tulus dan ikhlas.
Karena pegeseran pandangan itu banyak keluarga yang menggunakan jasa baby sitter untuk mengasuh anak. Ironisnya ibunya yang tak berkerja pun ada yang memakai jasa baby sitter. Jadi tak heran anak lebih dekat dengan baby sitter dari pada ibunya sendiri. Bisa saja anak berpikir orang tuanya lebih sayang pekerjaan, kedudukan, uang dari pada dirinya sehingga ia kurang bisa menghargai jerih payah orang tua untuk memberi kehidupan yang layak. Tak bisa dipungkirai. Orang tua yang sibuk berkerja pasti berdalih “Orang tua banting tulang, ga perduli kerja siang malam.. Semua hanya untuk anak. Untuk masa depannya.” Pada umumnya orang tua kurang menyadari bahwa sesungguhnya bukan hal itu yang utama diingikan anak. Kasih sayang, perhatian, dan waktu yang banyak untuk bisa kumpul bersama.

Orang Tua Bercerai
Peceraian orang tua merupaka peristiwa yang dapat menimbulkan shock dan konflik berat. Perubahan yang drastis bisa membingungkan dan memperngaruhi perilaku anak. Jadi orang tua yang bercerai sebaiknya memperhatikan anak lebih. Jangan sampai perpisahan itu membawa trauma yang mendalam bagi anak. Atau anak menjadi kehilang figure ibu atau bapak. Orang tua harus bisa meyakinkan pada si anak meski ibu dan bapak tidak lagi bersama (terikat status suami istri) tapi mereka masih memprioritaskan utama anak.

Buat yang merasa kurang kasih sayang dan perhatian dari orang tua karena orang tua terlalu sibuk berkerja atau tidak bisa bersatu (bercerai) atau keluarganya bermasalah harus bisa berpikir positif. Buat apa kita melampiaskan amarah dengan hal-hal negative. Lebih baik kita buktikan kepada dunia meski keluarga kita kurang harmonis, tak seindah keluarga lain. Kita bisa berhasil meraih angan, cita dan setidaknya bahagia lahir batin. Ingat orang tua kita tidak sepenuhnya milik kita, anak tidak sepenuhnya milik orang tua. Kita semua adalah ciptaannya dan akan kembali padaNya.
Semoga bermanfaat.

Trie Yas
Tag : Artikel
Back To Top