Tentang Aku

Aku hanyalah seorang Bocah soenyi yang terlahir dari keluarga yang sederhana, jauh dari kemewahan... Menjalani hidup dengan sangat sederhana, dan berfikir dengan sederhana pula.
Tumbuh dan beranjak dewasa disebuah desa dipinggiran kota wonogiri, tepatnya di desa Punduhsari, Kecamatan Manyaran. sungguh desa kecil yang damai dan asri, yang menjunjung tinggi nilai adab, kesopanan, dan gotong royong..

Aku tumbuh dan berkembang seperti anak-anak pada umumnya, pokoknya tak ada yang istimewa dariku, juga dari kehidupanku. semua berjalan sebagaimana mestinya.
Aku Mulai masuk SD pada tahun 1993 di SDN Punduhsari IV, atau sering disebut dengan SD Inpres, yang jumlah siswanya tak lebih dari seratus orang, lima orang guru sekaligus kepala sekolah, dan satu orang tukang kebun. Ditempat itu aku belajar membaca, menulis, berhitung, menyanyi, dan berkebun. Satu hal yang aku banggakan, disana aku termasuk siswa teladan karena selalu mendapat peringkat satu dari sepuluh siswa dikelas kami. heheheee..... Sekaligus menjadi andalan sekolah jika ada lomba antar SD seKecamatan. Hari-hari aku lalui dengan penuh riang dan tawa, tanpa terasa enam pesta kebun telah aku lalui. Pesta perpisahan yang selalu diadakan dikebun belakang ruang kelas tiga, pesta kecil untuk melepas siswa kelas enam yang akan melanjutkan sekolah ke SMP (bagi yang mampu) , dan saat itu dengan berat hati aku harus meninggalkan gedung tua tempat kami belajar, Bapak kepala sekolah, Bapak dan Ibu Guru, Pak Sularto tukang kebun yang sabar, dan adik-adikku yang begitu lugu...


Tahun 2000 aku mulai mengenakan celana seragam biru, bangga rasanya dengan seragam itu.
Banyak sekali kisah sedih yang aku alami sewaktu aku mengenakan seragam putih-biru, yang sayangnya tak bisa saya ceritakan disini.... (sorry ya brow....)
Hari-hari aku lalui dengan perasaan yang berkecamuk antara takut, benci, dendam, dan ribuan perasaan lainnya. Aku tak pernah mendapatkan peringkat kelas dibawah angka enam, selalu saja tujuh, delapan, sembilan, bahkan empat belas. Aku ingin segera lulus dan keluar dari sekolah yang telah banyak memberikan aku ilmu...

Aku bebas........ Ya Allah, Akhirnya aku lulus......
itulah kata-kata yang aku ucapkan saat menerima surat kelulusan. Aku harus masuk SMK terfavorit di Kota Sukoharjo. Akhirnya do'aku terkabul, aku diterima di SMK Bina Patria 1 Sukoharjo, satu-satunya SMK Teknik terfavorit di kota itu. Sekolah yang aku damba-dambakan selama ini, tapi semua tak sesuai dengan harapan, disana aku menemukan masalah baru yang jauh lebih rumit. Sekolah yang aku dambakan ternyata menjadi sarang preman, didalam kelas yang berjumlah empat puluh siswa itu, delapan dari mereka adalah anak-anak nakal yang tinggal kelas. Dan saat itu aku hanyalah seorang siswa baru yang lugu, dengan fisik yang kecil, dan nyali yang kecil pula. Aku adalah salah satu dari sekian banyak siswa baru lainnya yang menjadi incaran mereka. Setiap hari aku harus memasok uang jajan lima ratus sampai seribu kepada mereka, dan satu yang membuat aku jengkel, sepeda motor kesayangan pemberian Bapak selalu dipinjam tanpa diisi bensin dan ucapan terima kasih. Sampai pada suatu hari entah setan atau malaikat apa yang merasukiku, dari sekian siswa hanya aku yang berani menentang mereka. Sungguh diluar akal, tubuhku yang terbilang kecil berani menentang dua dari mereka yang jauh lebih bongsor dariku. terjadilah adu mulut dan pertikaian, disatu sisi aku takut dikeroyok, tapi disisi lain aku harus berani memberontak, aku tak mau di injak-injak terus..
Sampai pada saat kelulusanpun, mata kami masih saling menyimpan dendam dan kebencian saat bertatapan, padahal kami satu kelas dan setiap hari bertemu. Kadang aku jenuh dengan keadaan itu, tapi tetap tak ada yang mau mengulurkan tangan meminta maaf. setidaknya sejak kejadian hari itu, aku tak perlu mengeluarkan uang jatah jajan, dan tak pernah kehabisan bensin dijalan lagi.........

Dari tadi perasaan ceritaku gak ada menariknya sama sekali ya..? pasti ada yang kurang, OOww.. ooowww... aku baru ingat, dimana kisah percintaannya..?
Ya.. Saat duduk dikelas tiga SMK, aku sempat menjalin hubungan dengan seorang gadis yang menurutku sangat sempurna. Gadis desa yang benar-benar mencerminkan gadis desa, cantik, anggun, ramah, tapi pinter. Inisialnya SS, mungkin dia adalah cinta pertamaku. Tapi sekarang entah dimana dia berada, Sudah lima tahun kami loss contact. Jarak yang memaksa kami harus berpisah...

Setelah Lulus SMK aku memutuskan untuk ikut merantau orang tua ke Jakarta. Aku memiliki mimpi yang indah dikota itu, kota yang menawarkan sejuta pesona, kota yang menjanjikan keberhasilan. Tapi ternyata, Yah.. Beginilah, sampai saat ini aku belum juga lulus kuliah, belum punya pekerjaan yang tetap, hanya cukup untuk biaya hidup sendiri saja, padahal usiaku sudah seperempat abad. heheheee...

Saya sudahi dulu ya ceritanya, Mataku sudah berat rasanya...
sorry postingnya terlambat. heheheee.....
Tag : Sastra
Back To Top