Puisi Absurd-Kau Merah

Puisi Absurd

Oleh: Giri Soeprijanto

Merah adalah keberanian
Ketika ia bersanding dengan putih

Merah adalah berhenti
ketika ia bersanding dengan kuning, hijau
trotoar dan asap aspal

Merah adalah darah
Ketika ia bersanding dengan pisau dan pedang


Merah adalah kematian
ketika kita berdiri disudut jalan
dipinggiran kota wonogiri

Tapi bagiku,
Merah adalah bibirmu
yang meruntuhkan keberanianku

Merah adalah senyummu
yang menghentikan derap langkahku

dan merah adalah,
kau yang mengiringku pada darah dan kematian

Bekasi, 2010
Tag : Puisi, Sastra
Back To Top