Puisi Trie Yas-Tentang Kita

Tentang Kita

Kita adalah api
Kita adalah air
Membakar
Megenangi langkah yang lantas kita sebut kenangan

Kurendam dalam sebait puisi

2009



Memulung Kenangan

Mengukur jalan
: setapak langkah
memungut sisa sisa tangis suka
kenangan seketika meluap

adakah halaman ini dulu tempat singgah kita
duduk di beranda tak jemu menatap bintang yang sesungguhnya semu

senja luntur
malam menjemput liur
bintang bintang bercelah
bulan tenggelam setengah
bersama datangnya bidadari tanpa bulu

aku masih ingat
ada bidadari bersayap luka
mengajakmu melepas birahi

tentu aku juga ingat
setelah itu aku pergi
dengan harapan mampu membakar segala kenangan

gelap merayap kini
kutemukan kembali bidadari bersayap patah
terbang menyusun skenario

kututup kenangan
dengan membayangkan Tuhan datang
membawa bidadari itu pulang

2009


Hitam Putih

Selepas hujan
sunyi datang menggali ingatan lewat hembusan angin
bersama gugurnya daun
mengenang dalam kebisuan

Masih kuikuti jejakmu
kupunggut kepingan kenangan
bayang bayang yang terbiarkan terkurung
lewat seperempat detik kosong

Biarlah
kumengalir mencari ibu
dalam kelana
hingga rindu bermuara

Kawanan kunang kunang
telah kurendam lewat kata kata
sebelum kupinang sebagai puisi
sebelum pagi menampilkan warnanya

Tanpa perlu menunggu air mata ini
menghanyutkanku
sampai kepangkuanmu ibu

Lihatlah aku
masih terlukis hitam putih

2010

By: Trie Yas
Tag : Puisi, Sastra
Back To Top