Puisi WS. Rendra Stanza dan Blues

Puisi WS. Rendra Stanza dan Blues


Willibrordus Surendra Bawana Rendra (WS. Rendra) Lahir di Solo, 07 Nopember 1935. Beliau adalah salah satu penyair ternama yng kerap dijuluki dengan sebutan "Burung Merak".

Rendra adalah anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa disalah satu sekolah Katolik di solo. Selain itu juga seorang dramawan tradisional; sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta.


Stanza 
Ada burung dua, jantan dan betina
hinggap di dahan
Ada daun dua, tidak jantan tidak betina
gugur dari dahan
Ada angin dan kapuk gugur, dua-dua sudah tua
pergi ke selatan
Ada burung, daun, kapuk, angin, dan mungkin juga debu
mengendap dalam nyanyiku


Kangen 
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tak akan mengerti segala lukaku
karena cinta telah sembunyikan pisaunya
Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan
Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi
itulah berarti aku tungku tanpa api


Lagu Duka
 
Ia datang tanpa mengetuk lalu merangkulku
adapun ia yang licik bernama duka
Ia bulan jingga neraka langit dadaku
adapun ia yang laknat bernama duka
Ia keranda cendana dan bunga-bunga sutra ungu
adapun ia yang manis bernama duka
Ia tinggal lelucon setelah ciuman panjang
adapun ia yang malang bernama duka

Sumber: Buku Stanza dan Blues Karya WS. Rendra
yang dihadiahkan oleh sahabatku karena kalah taruhan bola.
Tag : Puisi, Sastra
Back To Top