Cincin batu akik

Ditahun 2014 ini kita dihadapkan pada sebuah fenomena baru dimana saat terjadi gejolak politik yang memanas akibat dari persaingan pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden antara Capres-Cawapres nomor urut 1 yaitu Prabowo Subianto-Hatta rajasa, melawan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2 yakni Joko Widodo-Muh. Jusuf Kalla, yang pada akhirnya dimenangkan oleh pasangan nomor urut 2 yang  baru saja dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014 lalu.


Selamat atas dilantiknya Presiden dan Wakil presiden kita yang baru.  
Bp. Ir. H. Joko Widodo - Bp. H. Muh. Jusuf Kalla

Dibalik ramainya kampanye capres-cawapres tersebut, muncul sebuah fenomena baru Cincin batu akik. Dari berbagai macam golongan dan latar belakang yang berbeda mereka berbondong-bondong memburu cincin batu akik, hal tersebut dapat kita saksikan dipinggir-pinggir jalan dimana banyak sekali penjual batu akik yang selalu ramai dikerumuni orang, bahkan para pelajar smp dan sma pun ikut-ikutan mengerumuni penjual batu akik tersebut. Hal ini berdampak bagi para penjual batu akik yang kebanjiran rejeki hingga jutaan rupiah perhari. Bahkan tidak sedikit dari kalangan masyarakat yang pandai memanfaatkan situasi, beralih profesi menjadi seorang penjual batu akik. Sebut saja seorang cleaning service yang beralih profesi menjadi penjual batu akik dikawasan jatinegara, yang saat ini pendapatan perharinya bisa sama, bahkan melebihi dari gaji dia selama sebulan sebagai seorang cleaning service.


Fenomena cincin batu akik ini ternyata tidak lantas hilang begitu saja, dipenghujung Tahun 2014 ini penggemar batu akik justru semakin bertambah. Kita bisa lihat di televisi bagaimana seorang artis baik itu pria ataupun wanita, saat ini ikut-ikutan menggunakan cincin batu akik. Bahkan pada pelantikan Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pelantikan Menteri Negara, saya melihat tidak sedikit dari mereka yang juga menggunakan batu akik. Saya yakin batu akik yang mereka pakai harganya tidak murah.

Belum lagi ketika anda melewati pasar jatinegara, tepatnya di Pasar Rawa Bening, Pusat penjualan batu akik dan barang-barang antik terbesar dijakarta tersebut kini sangat ramai dikunjungi orang. Disanalah kita bisa membeli batu akik sesuai dengan selera kita. Mulai dari batu yang harganya kisaran 150 ribu rupiah hingga 150 juta rupiah.

Berbeda ketika sekitar tahun 2011 yang lalu, saya beberapa kali datang ke Pasar Rawa Bening untuk menemani sahabat saya yang hobby megoleksi cincin batu akik. Saat itu kondisi pasar rawa bening masih sepi sekali, hanya segelintir orang saja yang datang ke tempat itu. Jauh bebeda dengan sekarang yang setiap hari dikerumuni orang, entah itu hanya sekedar nongkrong dan ngobrol tentang batu cincin, atau memang benar-benar sedang mencari batu akik untuk menambah koleksi mereka.

Entah sampai kapan fenomena cincin batu akik ini akan bertahan, Apakah itu akan bertahan lama atau mungkin malah besuk hanya tinggal cerita saja, kemudian berganti dengan fenomena demam masyarakat yang lain...

Semoga bermanfaat...
Tag : Artikel
Back To Top