Puisi Arswendo Atmowiloto

Puisi Arswendo Atmowiloto

Puisi-puisi arswendo atmowiloto ini saya kutip dari buku karangan Arswendo Atmowiloto yang berjudul SUDESI - Sukses Dengan Satu Istri. Puisi ini mungkin kurang menarik ketika kita membacanya secara terpisah, artinya kita membaca puisi ini, tapi tidak membaca/ mengetahui alur cerita dari novel SUDESI tersebut.

puisi-arswendo-atmowiloto

Seandainya saya masuk surga
sedangkan istri di neraka
saya memilih pindah kesana
sebab, sesunguhnya 
surga adalah berada bersama
dan neraka adalah berpisah, semaunya

Seandainya saya masuk neraka
sedangkan istri masuk surga
saya memilih pindah kesana
sebab, sesungguhnya
surga adalah bersama
dan neraka memilih jalan berbeda.

Waktu Kamu Besuk, Aku Memang Mabuk

istriku, lina dan agus anakku
sebetulnya setiap kamu besuk, aku ini sedang mabuk
anganku telah lapuk
membayangkan kalian dan memeluk
saat itu malaikat bernyanyi dan bertepuk

rasanya seperti mimpi
sebab saat bersama
sudah sempuna
sebelum kalian tiba
jadi, jangan heran kalau aku seperti mengantuk
atau selalu mengangguk-angguk
atau mencabuti bulu kuduk
sebab aku ingin meyakinkan
pertemuan kita ini kenyataan

Puisi Anak Ayam

Aku tak sabar mengirim kabar
bahwa empat ekor anak ayam
yang dulu kutukar dengan celana
kini telah tumbuh besar
satu jadi jago, tiga jadi betina
kamu mesti dengar
yang tiga ekor itu telah mengeram
sebentar lagi menetas

anakku, akulah telur itu
yang menunggu waktu
dierami sang penunggu

aku sungguh sadar
sang kala terus berputar
dan kalau anak ayam itu sudah seribu
waktuku telah tiba
aku juga tak sabar
tapi biarlah
telur itu pecah pada saatnya.

Arswendo Atmowiloto dalam bukunya SUDESI - Sukses Dengan Satu Istri


Tag : Puisi, Sastra
Back To Top