Tips memilih jurusan kuliah sesuai bakat

Tips  memilih jurusan kuliah -Beberapa hari yang lalu saat pulang kerja, saya melintas didepan sebuah Universitas yang cukup ternama yang terletak dipinggir kalimalang bekasi. Disana saya melihat banyak sekali remaja pria dan wanita berseragam putih-hitam tampak berkerumun didepan sebuah universitas tersebut, ternyata sedang ada penerimaan mahasiswa baru. Hal inilah yang kemudian menggiring ingatan saya untuk flashback kembali ke masa-masa kuliah beberapa tahun yang lalu, sehingga saya mendapatkan ide untuk menulis artikel tentang tips memilih jurusan kuliah ini. "Oiya ini kan penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2015/2016, pantesan rame banget sampai macet pula" pikir saya dalam hati.

tips memilih jurusan kuliah

Pada saat akan memasuki tahun ajaran baru seperti sekarang ini, sudah menjadi hal umum jika para lulusan Sekolah Dasar (SD) berebut untuk mendaftar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang favorit. Demikian pula dengan lulusan SMP yang rebutan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu masuk SMA/ SMK, tergantung minat mereka dan mau dibawa kemana ketika mereka lulus nanti. Karena biasanya lulusan SMA disiapkan untuk melanjutkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu kuliah disebuah universitas yang ternama. Sedangkan lulusan SMK lebih dipersiapkan untuk menjadi lulusan yang siap bekerja atau berwiraswasta, walaupun tidak menutup kemungkinan juga bahwa banyak lulusan SMK yang melanjutkan kuliah, atau sebaliknya banyak lulusan SMA yang justru memilih untuk langsung bekerja. Semua tergantung situasi dan kondisi.

Kembali ke topik pembahasan awal yaitu tips memilih jurusan kuliah sesuai bakat itu sangat diperlukan sekali, karena ini menyangkut masa depan anda sendiri. Pilihlah jurusan kuliah yang sesuai dengan kata hati anda, sesuai minat, dan bakat anda. Jangan sampai anda mengikuti jejak saya yang terbilang kurang mulus dalam memilih jurusan kuliah. Disini sebelumnya saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya saat masa kuliah dulu, semoga anda tidak cepat bosan membacanya :)

Setelah lulus SMK saya dituntut untuk langsung bekerja oleh orang tua, alasanya karena memang saya terlahir dari keluarga yang sederhana dan serba pas-pasan. Dan memang saya sudah dipersiapkan untuk bisa langsung bekerja setelah lulus SMK seperti kakak-kakak dan saudara-saudara saya yang hampir semuanya seperti itu, langsung bekerja setelah lulus SMK. Tapi pemikiran mungkin saya sedikit berbeda dari mereka, dalam hati ini selalu berkecamuk perasaan dan pertanyaan, apakah saya akan selamanya menjadi seorang operator produksi pabrik seperti ini? Tidak.. saya harus merubah nasib, apapun yang terjadi saya harus sukses. 

Singkat cerita setelah saya bekerja selama kurang lebih satu tahun dan memiliki tabungan yang saya rasa cukup, saya putuskan untuk mendaftar kuliah dengan uang tabungan tersebut tanpa sedikitpun minta kepada orang tua, karena saya tidak mau merepotkan kedua orang tua yang sudah semakin tua dan melemah. Saya kuliah disebuah Universitas didaerah Sunter Jakarta utara, yang katanya dulu H. Rhoma Irama juga salah satu lulusan universitas tersebut. Saya mengikuti kuliah karyawan jadi hanya masuk pada hari Sabtu dan Minggu saja, karena setiap hari senin sampai jum'at saya harus tetap bekerja sebagai operator pabrik didaerah cibitung bekasi. Disana saya memilih jurusan Teknik Elektro sesuai dengan jurusan yang saya ambil sewaktu sekolah di SMK. 

Singkat cerita saya kuliah hanya sampai satu semester saja, karena satu hal yang kebanyakan orang dijadikan sebuah alasan, yaitu adalah "capek". Bayangkan saja, saya tinggal di daerah Bekasi barat, bekerja sebagai operator produksi di daerah Cikarang barat setiap hari Senin sampai Jum'at dengan sistem Shift, hari Sabtu-Minggu kalau tidak lembur harus kuliah ke Sunter-Jakarta utara yang saya tempuh dengan jalan kaki, naik angkot 4x Pulang pergi, dan naik kerata 2x pulang pergi. Dan akhirnya dengan sangat menyesal saya harus menyerah diawal langkah

Kesimpulan tips memilih jurusan kuliah adalah:
"Saat memilih jurusan kuliah, perhatikan jarak antara kampus dengan tempat tinggal anda, jika jaraknya jauh lebih baik anda mencari tempat kost yang dekat dengan kampus"

Enam bulan kemudian, Saya putuskan untuk mendaftar kuliah lagi dikampus yang letaknya tidak jauh dari rumah saya, dengan tujuan agar tidak terlalu capek dan habis di ongkos. Berhubung dikampus baru itu adalah STMIK (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer) jadi tidak ada jurusan Teknik Elektro seperti pada kampus yang dulu. Dengan sedikit keterpaksaan saya memilih Jurusan Kuliah Teknik Informatika, Tidak apalah yang penting saya kuliah, pikir saya dalam hati waktu itu. 


Semester demi semester berlalu akhirnya lama-lama saya mulai menyukai jurusan Teknik Informatika Ini, dan mulai lupa dengan Jurusan Teknik Elektro, tapi entah kenapa tetap saja saya merasa kesulitan memahami dan mengikuti setiap mata kuliah yang ada. Disini saya justru malah memiliki sebuah hobby baru yaitu menulis puisi dan artikel yang saya kirim ke koran dan surat kabar. Ada beberapa puisi saya dimuat di beberapa koran ternama seperti kompas dan suara pembaruan. Sampai beberapa teman mengetahui hobby saya ini, dan mereka menyebut saya "mahasiswa salah jurusan".

Baca juga artikel ini:  

Kesimpulan tips memilih jurusan kuliah adalah: "Ketika anda memilih jurusan kuliah, pastikan itu adalah jurusan kuliah yang sesuai dengan kata hati, minat dan bakat anda. Jangan hanya sekedar ikut-ikutan atau karena terpaksa/ dipaksa"

Tips memilih Jurusan kuliah lainnya adalah:
1. Pilih jurusan yang sesuai bakat dan minat
2. Pilih jurusan yang berkualitas
3. Pilih jurusan yang sesuai dengan kemampuan keuangan keluarga
4. Pilih jurusan yang sesuai dengan kemampuan daya fikir anda
5. Pertimbangkan masa depan anda

Itulah tips memilih jurusan kuliah sesuai bakat anda masing-masing. "Ingatlah bahwa pilihan anda akan menentukan masa depan anda, jadi jangan salah pilih.."

Tag : Artikel
Back To Top