Puisi Cinta

Puisi Cinta - Berbicara cinta memang tidak ada habisnya, seperti sebuah lirik lagu dari yang menyatakan bahwa "hidup berawal dari cinta". Karena cinta memang selalu menjadi tema paling menarik dalam dunia seni dan sastra. Mengupas tentang cinta tidak akan pernah ada habisnya, selama cinta itu masih melekat dalam jiwa setiap insan manusia.

puisi-cinta

Bicara soal cinta, pada posting kali ini saya akan memberikan beberapa karya puisi cinta dari para penyair dan pujangga. Baik itu puisi tentang cinta karya penyair ternama indonesia maupun puisi cinta karya penyair dunia maya sekalipun. Yang pasti puisi-puisi cinta ini dapat melelehkan hati setiap pembacanya. Selamat menikmati

1. Puisi Cinta Acep Zamzam Noor

// Surat Cinta

Ini musim gugur, minumlah anggur
Denting gitar
Terdengar dari belahan dunia yang hancur

Sambutlah gerimis, kelembutan akan mengurapi
Tanah-tanahmu yang mati. Langit tinggal lengkung
Kabut bergulung-gulung

Rauplah daun-daun yang jatuh, bunga-bunga yang luruh
Bayi-bayi yang terbunuh. Melewati tahun demi tahun
Melintasi abad dan milenium yang ngungun

Hiruplah genangan darah busuk, tumpukan tubuh hangus
Kepulan asap mesiu. Pertempuran demi pertempuran
Akan mendewasakan hidupmu

Arungi luas lautan, terjuni gelap hutan
Selami lubuk bumi. Kelaparan demi kelaparan
Akan membuat hari-harimu lebih berarti

Ini musim gugur, cintaku, ini bahasa sunyi
Denting piano
Sayup-sayup dari reruntuhan waktu



// Pernyataan Cinta

Kau yang diselubungi asap
Kau yang mengendap seperti candu
Kau yang bersenandung dari balik penjara
Tanganmu buntung karena menyentuh matahari
Sedang kakimu lumpuh
Aku mencintaimu
Dengan lambung yang perih
Pikiran yang dikacaukan harga susu
Pemogokan serta kerusuhan yang meletus
Di mana-mana. Darah dan airmataku tumpah
Seperti timah panas yang dikucurkan ke telingan
Kubayangkan tanganmu yang buntung serta kakimu
Yang lumpuh. Tanpa menunggu seorang pemimpin
Aku mereguk bensin dan menyemburkannya ke udara
Lalu bersama mereka akumelempari toko
Membakar pasar, gudang dan pabrik
Sebagai pernyataan cinta
Betapa menyedihkan mencintaimu tanpa kartu kredit
Tanpa kamar hotel atau jadwal penerbangan
Para serdadu berebut ingin menyelamatkan bumi
Dari gempa dahsyat. Kuda-kuda menerobos pagar besi
Anjing-anjing memercikkan api dari sorot matanya
Sementara aku melepaskan pakaian dan sepatu
Ternyata mencintaimu tak semudah turun ke jalan raya
Menentang penguasa atau memindahkan gunung berapi
ke tengah-tengah kota
Aku berjalan dengan membawa kayu di punggungku
Seperti kereta yang menyeret gerbong-gerbong kesedihan
Melintasi stasiun-stasiun yang sudah berganti nama
Kudengar bunyi rel yang pedih tengah menciptakan lagu
Gumpalan mendung meloloskan diri dari mataku
Menjadi halilintar yang meledakkan kemarahan
Pada tembok dan spanduk. Aku mencintaimu
Dengan mengerat lengan dan melubangi paru-paru
Aku mencintaimu dengan menghisap knalpot
Dan menelan butiran peluru
Wahai kau yang diselubungi asap
Wahai kau yang mengendap seperti candu
Wahai kau yang terus bersenandung meskipun sakit dan miskin
Wahai kau yang merindukan datangnya seorang pemimpin
Tunggulah aku yang akan segra menjemputmu
Dengan sebotol minuman keras

1998



2. Puisi Cinta Sapardi Djoko Damono

// SAJAK KECIL TENTANG CINTA

Mencintai angin harus menjadi siut...
Mencintai air harus menjadi ricik...
Mencintai gunung harus menjadi terjal...
Mencintai api harus menjadi jilat...
Mencintai cakrawala harus menebas jarak...
MencintaiMu harus menjadi aku” 


// AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.


3. Puisi Cinta Chairil Anwar

// Cintaku Jauh di Pulau

Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya

Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”

Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.
 

4. Puisi Cinta Abuyamin, SP

// Riwayat Cinta 

Aku di depanmu…
Kuceritakan lagi tentang
riwayat cinta..!
Tiga hari yang lalu,
Pernah kubayangkan
indahnya purnama: Begitu langit bertaburkan bintang dan kunang-kunang
menari, menyapa cinta yang aku bawa.

Sekarang…..
Aku di depanmu
dengan cinta yang aku
bawa
Entah kenapa dada ini
terasa sesak dan aku tidak bisa apa-apa selain menghentikan langkahku….

Jatuh….
Dan jatuh cinta yang
kubawa.
Segalanya yang tidak
pernah di sangka dan di
duga,terbuka dengan subuah riwayat cinta.

Aku didepan mu….
Hanya menatap kosong dari bibirmu.
Karena….
Aku mencinta tapi tak dicinta.
Karena….
Aku merindu tapi tak
dirindu

Aku di depanmu
Ternyata aku datang
dengan langkahku sendiri.

Besok….
Aku tidak bersumpah dan
juga tidak memaksa diri
terkutuk oleh cinta.

Sekarang….
Aku didepanmu..
Mungkin tahun depan aku tidak bisa membawa cinta lagi
 

5. Puisi Cinta Giri Soeprijanto

Di beranda kota mati

Di beranda kota mati
Kulayangkan anganku pada gerimis dimatamu
Tentang sepasang kemaluan yang mengucap sumpah
Sajaksajak malam diatas ranjang iblis

Saat itu peluhku menjelma nirwana
Ketika kugerayangi tubuhmu dengan janji
Dan ku tikam bibirmu dengan sumpah

Geliat tubuhmu serupa butiran halus sajak
Yang menyumpal setiap peporiku
Dengusan nafasmu bak rentetan mantra sakti
Menenung hatiku untuk menikmati candu
Candu yang kurasakan madu

Diberanda kota mati
Kulihat lagi tubuhmu yang bugil
Untuk kesekian kalinya
Sepasang kemaluan mengucap sumpah
Saat kerinduan melayangkan pesan pada malam
Dan Iblis terbahak lagi...
 

Baja juga yang ini:
- Puisi WS. Rendra - Blues untuk bonnie
- Puisi Chairil Anwar
- Puisi Acep Zamzam Noor


Itulah kumpulan puisi cinta yang dapat saya bagikan untuk anda, semoga menginspirasi dan mari kita tebarkan cinta hingga setiap sudut dunia dipenuhi dengan cinta. Ahaaii...
Tag : Puisi, Sastra
Back To Top