Cara mendidik anak yang nakal dan bandel

Cara mendidik anak yang nakal

Sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk mendidik anak agar tidak menjadi anak yang nakal. Agar mereka menjadi anak yang baik, sholeh, cerdas, sopan, dan bermanfaat bagi sesama. Karena tidak ada satu orang tua pun yang menginginkan anaknya menjadi seorang anak nakal.

cara-mendidik-anak-nakal

Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dan orang tua mana yang tidak bangga melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang baik, cerdas, dan berprestasi. Pasti semua orang tua akan akan merasa bangga memiliki anak yang selalu mendapatkan ranking 1 dikelas. Pasti semua orang tua akan bahagia jika anaknya penurut dan tidak suka membantah perintah orang tua. Masalahnya bagaimana cara mendidik anak agar tidak nakal dan bandel serta mau menurut perkataan orang tua?

Pendidikan orang tua terhadap anak sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara fisik maupun secara psikologis. Karena seorang anak yang baru lahir dapat diibaratkan sebagai sebuah kertas putih yang kosong, yang masih bersih dan suci. Nah tulisan apa yang nanti bakal tertulis didalam kertas putih tersebut, semua tergantung dari peran pendidikan dari kedua orang tua dan lingkungan sekitar.
Cara mendidik anak yang bandel
cara-mendidik-anak-bandel
Orang tua adalah guru dan pendidik yang pertama bagi anak-anaknya, jadi peran kedua orang tua baik itu ayah maupun ibu sangat vital sekali berpengaruh terhadap pola fikir anak dan pertumbuhan anak, terutama adalah peran seorang ibu. Seorang ibu harus bisa menjadi tempat bersandar yang nyaman bagi anak-anaknya, harus bisa menjadi tempat bertanya, berdiskusi, dan tempat berkeluh kesah bagi anaknya. Demikian juga dengan peran seorang ayah yang tidak kalah penting. Seorang ayah harus bisa memberikan perlindungan bagi anak-anaknya, seorang ayah harus bisa menjadi figur idola bagi anak-anaknya.

Jika anak sering mendengar kedua orang tuanya ribut dan bertengkar, maka secara tidak langsung anak tersebut akan merekam pembicaraan dan pertengkaran kedua orang tuanya. Atau jika anda terlalu cerewet kepada anak, lebih suka mendiskriminasi anak daripada menasehati mereka. Maka jangan salahkan jika anak-anak anda merasa tidak betah berada didalam rumah, mereka cenderung suka keluar rumah entah kemana untuk mencari kedamaian.

Nah, pada saat itulah kenakalan seorang anak biasanya akan timbul, terutama ketika mereka mulai bergaul dengan teman-temannya, mulai menemukan kedamaian bersama dengan teman-temannya. Maka biasanya anak tersebut akan cenderung lebih menuruti perkataan teman-temannya daripada menuruti perkataan kedua orang tua. Belum lagi jika anak tersebut salah bergaul, tentu anda dapat membayangkan sendiri akan menjadi seperti apa anak tersebut.

Atau mungkin anda terlalu memanjakan anak dengan materi, menuruti semua keinginan anak dengan memberikan apapun yang anak minta. Tapi anda hanya sebatas memberikan materi saja, tidak memberikan perhatian dan kasih sayang layaknya orang tua kepada anak. Kasih sayang layaknya seorang ibu, dan kasih sayang layaknya seorang ayah. Hal tersebut biasanya akan membuat anak cenderung menjadi anak nakal karena ingin mencari perhatian dari kedua orang tua. Mereka melakukan hal-hal yang tidak baik, dengan maksud agar si orang tua memberikan perhatian kepadanya.

So.. Ternyata susah juga ya jadi orang tua?

Tidak juga, karena sudah menjadi kodrat manusia bahwa seorang anak kelak pasti akan menjadi orang tua, kecuali faktor x yang menjadi rahasia Tuhan. Dalam mendidik anak, anda harus belajar banyak dari kedua orang tua anda sewaktu mereka mendidik anda. Anda dapat mengambil hal-hal yang positif untuk anda berikan kepada anak-anak anda, dan meninggalkan hal-hal yang negatif sebagai bahan pembelajaran dalam mendidik anak anda. Tapi meskipun demikian bukan berarti kedua orang tua anda, atau tepatnya Mbah dari anak-anak anda adalah pendidik yang baik untuk anakanda (cucunya).

Pendidik yang baik untuk anak-anak anda adalah anda sendiri dan pasangan anda (istri atau suami), sedangkan Mbah dari anak-anak anda yaitu orang tua anda adalah pendidik yang baik untuk diri anda sendiri serta kakak dan adik anda. Jadi mohon maaf jika ada orang tua yang sibuk bekerja dan menitipkan anaknya kepada si Mbah, maka hal tersebut sebenarnya kurang baik atau kurang tepat. Karena nanti akan mempengaruhi pertumbuhan dan pola fikir anak-anak anda. jadi jangan salahkan mereka jika anak anda menjadi seorang anak yang nakal dan manja.

Perlu anda ketahui juga bahwa guru atau pendidikan disekolah, bukan merupakan pendidikan yang utama untuk anak anda, karena disekolah hampir tidak diajarkan pendidikan karakter dan moral, disekolah hanya diajarkan pendidikan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan saja. Jadi jangan lantas anda menyerahkan semua pendidikan anak kepada guru disekolah.

Lantas bagaimana cara mendidik anak yang bandel?

Sebenarnya didalam artikel ini saya lebih cenderung untuk membahas cara mendidik anak agar tidak bandel, bukan mendidik anak yang bandel. Karena saya lebih berharap kepada anda sebagai orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak sedini mungkin, agar anak anda tidak menjadi anak yang nakal.
Bagaimana cara mendidiknya, silahkan anda simak uraian berikut ini:

1. Jangan memberikan predikat nakal kepada anak

Jangan pernah sekalipun anda mengatakan bahwa anak anda nakal, katakan kepadanya bahwa ia adalah anak yang baik, anak yang pintar, anak yang cerdas. Agar alam bawah sadar sang anak merekam bahwa dirinya bukan anak nakal, ia adalah anak yang baik dan pintar. Sehingga anak akan merasa bahwa kedua orang tuanya berfikiran bahwa ia adalah anak yang baik, dan ia pun otomatis akan berusaha menjadi anak yang baik.

Perkataan orang tua adalah do'a, jadi jika anda memberikan predikat nakal dan bandel kepada anak anda, secara tidak langsung anda telah mendo'akannya agar menjadi anak yang nakal. Energi negatif yang keluar dari fikiran anda akan tertular ke fikiran sang anak, sehingga jangan salahkan dia ketika dia benar-benar menjadi anak yang nakal.

2. Jadilah contoh yang baik untuk anak anda
Jika anda menginginkan anak yang baik dan cerdas, maka jadilah contoh yang baik dan cerdas pula bagi anak anda. Jadilah orang tua yang menjadi figur dan teladan bagi anak anda, agar anak-anak anda tidak mencari figur idola diluar, karena sudah memiliki figur idola didalam rumahnya yaitu ayah dan ibunya sendiri.

Karena anak lebih cenderung suka meniru tingkah laku, pola hidup, dan cara bicara kedua orang tuanya sendiri. Maka tidak aneh jika orang tua yang suka marah-marah, anaknya juga cenderung akan menjadi seorang anak yang pemarah. Jika anda memberitahu anak untuk berbuat sopan kepada orang, maka anda juga harus bisa memberikan contoh kepadanya dalam memperlakukan orang lain secara sopan dan santun.

3. Bersikap lembut kepada sang anak

Anak tidak butuh untuk dibentak-bentak, tidak butuh dicerewetin ini salah, itu salah. Anak hanya butuh di nasehati dengan lembut ketika salah, diberi pengertian dan diberi tahu bahwa itu tidak baik, kemudian di ajarkan dan diberi contoh tentang yang baik.

Anak akan cenderung melawan, jika anda perlakukan dengan kasar. Anak akan cenderung membantah jika anda berteriak dengan nada tinggi ketika menegurnya. Anak anda sama seperti anda, ingin diperlakukan dengan baik, dengan lembut, diberi perhatian dan kasih sayang.

4. Ajarkan kepada anak anda tentang kesederhanaan

Ajarkan kepada anak anda bagaimana cara hidup sederhana, hidup hemat, dan budaya menabung. Agar anak anda dapat lebih menghargai uang, karena biasanya anak yang nakal adalah anak yang suka jajan, suka minta dibelikan ini, dibelikan itu. Jadi jika anda bisa hidup sederhana dan bersahaja, mudah-mudahan anda anda akan terhindar dari kenakalan.

5. Tegas dan berwibawa terhadap anak

Meskipun anda bersikap lembut tapi terkadang anda harus bersikap tetap tegas terhadap anak, agar anak anda tidak menjadi nakal. Jika memang YA maka katakan YA dan jika TIDAK maka katakan TIDAK. Contoh misalnya anak meminta sesuatu yang anda rasa itu tidak terlalu perlu, maka katakan tidak kepadanya, sambil tetap memberikan nasehat dan penjelasan kenapa anda tidak menyetujuinya. Hal tersebut juga membantu pertumbuhan nalar anak anda, karena anak dapat berfikir secara logis tentang alasan yang anda berikan.

Jangan terlihat lemah dihadapan anak, tetaplah tampak anggun dan berwibawa dimata mereka. Agar anak senantiasa menghormati anda. Bukan takut, tapi sayang, menghormati, dan menghargai anda sebagai orang tua.

Itulah secuil artikel tentang cara mendidik anak yang nakal, atau lebih tepatnya cara mendidik anak agar tidak nakal. Sekali lagi ini hanya secuil saja, karena masih banyak sekali tips dan cara mendidik anak yang nakal yang dapat anda pelajari baik dari membaca, mendengarkan, atau melihat langsung dalam kehidupan. Mudah-mudahan lain waktu kita bisa melanjutkan lagi membahas tentang cara mendidik anak yang baik. Sekian dan semoga bermanfaat.
Back To Top