Kualitas Ibadah Dan Kuantitas Ibadah

Kualitas Ibadah Dan Kuantitas Ibadah -Pada posting kali ini sengaja saya membahas tentang kualias ibadah dan kuantitas ibadah, karena hari ini adalah hari jum'at yang merupakan hari istimewa bagi umat islam. Dan kebetulan juga inti dari khutbah jum'at Masjid Al-Haq hari ini adalah membahas tentang kualitas ibadah dan kuantitas ibadah tersebut.
kualitas-ibadah-dan-kuantitas-ibadah

Sebenarnya jika difikir-fikir saya belum pantas untuk menulis tentang agama, karena pengetahuan agama saya masih sangat dangkal sekali. Tapi tetap saya akan mencoba untuk menuliskannya karena sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: "Ballighu 'anni walau aayah" yang artinya "Sampaikan dariku walau hanya satu ayat". 

Langsung saja pada pembahasan yang saya kutip dari khotib shalat jum'at hari ini tentang kualitas dan kuantitas ibadah. Mana yang harus kita dahulukan antara kualitas ibadah atau kuantitas ibadah? Secara bahasa saja kita semua pasti sudah tau apa pengertian kualitas ibadah dan apa pengertian kuantitas ibadah, jadi saya tidak akan membahas hal tersebut.

Disini saya hanya akan memberikan contoh kejadian atau cerita yang berhubungan dengan kualitas ibadah dan kuantitas ibadah tersebut. Ceritanya dalam sebuah pondok pesantren pada jam perkuliahan terlihat seorang murid yang berwajah mengantuk dan terasa seperti malas untuk mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh sang guru.

Setelah jam perkuliahan selesai sang guru bertanya kepada murid
Guru: "Wahai murid, kenapa hari ini kamu mengantuk dan terlihat malas untuk menuntut ilmu Allah?"
Dengan sangat percaya diri murid menjawab: Wahai guru, tadi malam saya sudah semalam suntuk membaca Al-qur'an sampai khatam, sehingga wajar jika pagi ini saya jadi mengantuk dan malas belajar".
Guru: "Bagus nak, kamu sudah khatam Al-qur'an dalam satu malam, nanti malam kamu coba membaca Al-qur'an lagi sambil membayangkan bahwa Rasululloh sedang berada didepan kamu".
Murid: "Baik Guru".

Malam Harinya si murid kembali membaca al-qur'an sambil membayangkan seolah-olah Rasululloh saat itu sedang berada didepannya. Keesokan harinya si murid menemui Sang guru dan terjadilah dialog seperti ini:

Guru : "Bagaimana nak, semalam kamu sudah membaca al-qur'an? apakah kamu sudah bisa khatam al-qur'an lagi?"
Murid : "Iya guru, semalam saya sudah membaca al-qur'an, tapi saya hanya bisa menyelesaikan setengah al-qur'an"
Guru : "Kenapa bisa seperti itu nak?"
Murid : Bagaimana saya bisa khatam al-qur'an guru? sedangkan Rasululloh sedang mengawasi didepan saya, saya takut salah guru, jadi saya berhati-hati dalam membacanya. Bukankah al-qur'an ini diturunkan Allah kepada Rasululloh"
Guru : Baiklah nak, nanti malam kamu baca al-qur'an lagi smabil kamu bayangkan seolah-olah didepan kamu ada Rasululloh dan Malaikat Jibril, karena Al-qur'an ini diturunkan kepada Rasululloh melalui malaikat jibril"
Murid : "Baik guru, nanti malam saya akan membacanya"

Kemudian malam harinya sang murid kembali membaca Al-qur'an sambil membayangkan seolah-olah sedang diawasi oleh Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad. Dan keesokan harinya si murid kembali menemui Sang guru.

Guru : "Bagaimana nak? semalam kamu sudah membaca Al-qur'an?"
Murid : "Iya guru, saya sudah membacanya tapi saya hanya mampu menyelesaikan seperempat Al-qur'an"
Guru : "Kenapa bisa begitu nak?"
Murid :  "Bagaimana saya bisa khatam Al-qur'an guru, sedangkan dihadapan saya ada Malaikat Jibril dan Rasululloh yang sedang mengoreksi bacaan Al-qur'an saya, saya sangat berhati-hati sekali membacanya"
Guru : "Baiklah nak, nanti malam kamu baca Al-qur'an lagi sambil membayangkan seolah-olah Allah sedang berada didepanmu memperhatikan kamu"
Murid : "Siap Guru"

Malam harinya sang murid kembali membaca Al-qur'an sambil membayangkan Allah sedang berada didepannya memperhatikan dia. Dan keesokan harinya sang murid kembali menemui sang guru.

Guru: "Bagaimana nak? semalam kamu sudah membaca Al-qur'an lagi?"
Murid: "Iya guru, tapi saya hanya bisa sampai pada pertengahan Surat Al-fatihah saja"
Guru : "Kenapa bisa seperti itu nak?"
Murid : Ketika saya baru membaca surat al-fatihah, dan saya sampai pada ayat yang berbunyi "Iyyaka Na'budu Waiyyakan Nasta'in" (Hanya kepadaMu kami menyembah, dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan) tiba-tiba tubuh saya menggigil kemudian saya pingsan"
Guru : "Lalu bagaimana pendapat kamu nak?"
Murid : "Sekarang saya baru sadar guru, ternyata ibadah saya selama ini hanya sebatas mengejar kuantitas saja, tidak memikirkan kualitas ibadah saya"

Dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa selain kuantitas ibadah, kita juga harus memperhatikan kualitas ibadah kita selama ini. Jadi bukan hanya memperbanyak ibadah tanpa didasari dengan ilmu beribadah yang benar. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan saja, sehingga tidak tahu hakikat dari ibadah itu sendiri.

Demikianlah sedikit kutipan makna dan inti dari khotbah jum'at hari ini yang membahas tentang kualitas ibadah dan kuantitas ibadah. Semoga bermanfaat. 
Back To Top