Makna Cinta Kepada Allah

Cinta Kepada Allah -Dihari jum'at yang indah ini sengaja saya sedikit menulis artikel yang bertemakan tentang agama, karena hari jum'at merupakan hari yang mulia bagi umat islam. Dihari jum'at ini setiap laki-laki yang beragama muslim diwajibkan melaksanakan shalat jum'at secara berjamaah.
cinta-kepada-allah

Allah berfirman dalam sebuah ayat yang memerintahkan kepada setiap muslim laki-laki untuk melaksanakan shalat jum'at secara berjamaah dan meninggalkan segala kegiatan, pekerjaan, jual beli, dan semua aktifitas lainnya. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa kita cinta kepada Allah.

"Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al Jumu'ah : 9).

Makna cinta kepada Allah sungguh sangat luas sekali dan tidak dapat kita lukiskan semuanya dalam bentuk kata-kata. Karena kalimat cinta itu sendiri merupakan sebuah rasa yang timbul dari dalam hati dan segala sesuatu yang berhubungan dengan rasa adanya didalam hati. Sehingga setiap orang pasti memiliki rasa yang berbeda-beda, begitu juga dengan cinta.

Cinta itu sebuah hal yang ghaib, yang kasat mata, yang tidak dapat dilihat dan dilukiskan, sehingga setiap orang dapat mendefinisikan kalimat cinta dengan pengertian yang berbeda-beda.

Begitu pula dengan makna cinta kepada Allah, setiap orang pasti memiliki perasaan cinta kepada Allah yang berbeda-beda, tergantung dari tingkat keimanan masing-masing orang. Kita tidak dapat mengetahui seperti apa bentuk cintanya dan seberapa besar bentuk cinta seseorang kepada Allah. Tapi kita dapat melihat akibat atau efek dari cinta kepada Allah tersebut melalui tindakan dan perbuatan yang mencerminkan bahwa orang tersebut benar-benar mencintai Allah.

Makna Cinta Kepada Allah

1. Beriman kepada Allah

Setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah, ia mesti yakin dan percaya kepada Allah. Yakin dan percaya akan keberadaan dan kebesaran Allah. Yakin dan percaya bahwa segala sesuatu didunia ini semua atas kehendak Allah. Serta yakin dan percaya bahwa kita berasal dari Allah dan kelak akan kembali kepada Allah.

Allah Maha Melihat, Allah Maha Mendengar, Allah Maha Mengetahui, Sehingga kita juga harus yakin bahwa Allah melihat, mendengar, dan mengetahui segala aktivitas yang kita lakukan. Bahkan Allah juga mengetahui apa yang kita fikirkan dan rasakan.

2. Rindu Kepada Allah

Seseorang yang mencitai pasangannya pasti akan senantiasa rindu. Jangankan sehari, satu jam tidak bertemu saja sudah rindu sekali, bahkan kalau bisa ingin selalu bersama kemanapun dan dimanapun.

Demikian juga halnya dengan Cinta Kepada Allah, jika kita sudah cinta kepada Allah maka akan senantiasa rindu kepada Allah. Ingin terus berada didekat Allah, menyebut nama Allah, dan berbicara dengan Allah.  

3. Melaksanakan Perintah Allah

Ketika seorang istri mencintai suaminya pasti ia senantiasa melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan atau di inginkan sang suami. Demikian pula dengan cinta kepada Allah, jika seseorang sudah memiliki rasa cinta kepada Allah, maka ia akan senantiasa melaksanakan semua perintah Allah dengan senang hati tanpa ada rasa terpaksa, dan tanpa mengharapkan pamrih.

Sehingga kita dapat melaksanakan perintah Allah bukan semata-mata karena takut kepada Allah, melainkan karena rasa cinta kepada Allah yang begitu dalam, karena kita butuh Allah, dan karena kita ingin dekat dengan Allah.

4. Menjauhi Larangan Allah

Sama seperti point ke 3, ketika seorang istri mencitai seorang suami, maka ia akan patuh dan taat kepada suaminya. Ia akan menjauhi dan meninggalkan apa yang dlarang oleh sang suami. Begitu juga jika kita mengaku cinta kepada Allah, maka kita harus rela meninggalkan semua yang menjadi larangan Allah, meskipun hal tersebut kadang terasa berat dan berlawanan dengan keinginan kita.

Kita harus meninggalkan semua hal yang dilarang Allah, meskipun kadang hal tersebut menurut kita baik. Karena sesungguhnya baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, benar menurut kita belum tentu benar menurut Allah. Dan sebaliknya, baik menurut Allah sudah pasti baik untuk kita, dan benar menurut Allah, sudah tentu benar untuk kita.

5. Berkorban Dijalan Allah

Jika kita cinta kepada Allah, sudah pasti kita harus rela berkorban dijalan Allah. Baik itu berkorban dengan harta, tenaga, fikiran, waktu, atau dengan apapun yang dapat kita lakukan demi Allah. Sebagai bukti bahwa kita cinta kepada Allah.

Seperti halnya ketika kita mencintai seseorang, jika kita mencintai istri, mencintai anak kita. Pasti kita akan rela berkorban demi mereka, demi anak dan istri kita. Jika kita rela berkorban untuk mahluk-makhluk Allah, maka kita harus lebih rela berkorban untuk Allah.

6. Marah Jika Ada Yang Menghina Allah

Ketika kita mencinta seseorang dan melihat orang yang kita cintai dihina dan dilecehkan orang lain, maka pasti kita akan marah kepada orang yang menghina tersebut. Bahkan terkadang kita bisa sampai marah besar dan melakukan perbuatan nekat yang dilarang oleh Allah.

Dengan demikian jika kita mengaku cinta Allah, maka kita juga wajib marah jika ada orang yang menghina agama Allah. Kita harus membela agama Allah baik itu dengan harta maupun dengan tenaga. Tapi untuk masalah membela agama Allah ini kita harus pandai-pandai memilah dan memilih. Jangan sampai dengan alasan membela agama Allah kita malah merugikan banyak orang, bahkan merugikan orang-orang yang sama-sama berada dijalan Allah. Karena setiap manusia adalah ciptaan Allah, jadi alangkah baiknya jika kita tidak merugikan sesama ciptaan Allah.

Itulah sedikit makna cinta kepada Allah yang saya rangkum dari pembicaraan khotib yang membawakan khotbah jum'at hari ini, semoga dapat menginspirasi dan menambah rasa cinta kita kepada Allah. Sehingga kita benar-benar bisa menjai seorang muslim yang sejati. Amiin Ya Robbal 'alamiin...
Back To Top