Pelayanan Anda Kurang Ramah? Siap-Siap Untuk Kehilangan Pelanggan

BocahSoenyi -Bagaimanakah pelayanan bisnis anda terhadap para konsumen dan pelanggan? apakah sudah cukup ramah dan membuat pelanggan merasa puas, atau mungkin malah anda atau karyawan anda memperlakukan konsumen dengan kurang baik atau kurang ramah? Jika hal tersebut terjadi pada bisnis anda, maka bersiap-siaplah untuk kehilangan pelanggan.
pelayan-kurang-ramah

Ini adalah cerita pengalaman pribadi saya beberapa hari yang lalu, yang membuat saya cukup kesal dan akhirnya membuat saya pergi meninggalkan sebuah counter pulsa kemudian mencari counter pulsa lain yang memiliki pelayanan yang lebih ramah dan menyenangkan.

Ceritanya sekitar sebulan yang lalu saya berniat untuk membeli kartu perdana internet, karena internet gratis ssh indosat im3 saya sudah habis, jadi saya memutuskan untuk membeli paket internet reguler saja karena saya denger-denger internetan dengan ssh tidak aman untuk adsense saya.

Dengan menaiki si putih, sepeda motor butut yang pajaknya baru saja diperpanjang, saya keluar rumah untuk mencari counter pulsa yang menjual berbagai macam kartu perdana internet. Sekalian saya mau bertanya dan berkonsultasi kepada pemilik atau pelayan counter kira-kira paket internet mana yang lebih murah dan lebih ngacir. Saya menuju ke sebuah counter hp yang cukup besar yang berjarak cukup jauh dari rumah, sekitar 1 kilo meter. Karena saya berfikir pasti counter tersebut lebih lengkap, jadi saya bisa memilih paket internet yang sesuai.

Pelayan counter itu seorang perempuan setengah baya, saya perkirakan usianya sekitar 35 tahun. Lipstick dan makeup nya cukup tebal, satu lagi yang membuat saya kurang nyaman adalah ketika sesampainya di counter itu, saya tidak disapa sama sekali. Misalnya dengan pertanyaan "Ada yang bisa dibantu mas?" atau "Mau cari apa mas?", dan ketika saya tersenyum pun dia tidak membalas tersenyum. Wah.. lagi datang bulan nih orang, pikir saya dalam hati.

Akhirnya saya yang bertanya, seperti ini kira-kira dialog kami.
Saya: Ada perdana internet mbak?
Pelayan: Ada! yang apa?
Saya: Yang bagus pakai apa ya mbak?
Pelayan: Maunya yang apa?
Saya: Kalau yang didaftar harga ini gimana mbak? Saya menunjuk daftar harga yang ditempel ditembok sebelah kiri.
Pelayan: Itu paket internet, bukan perdana internet! Kalau perdana internet ini yang ada dibawah.
Saya: Ooohh.. Ya sudah, Makasih ya mbak..
Saya pun pergi meninggalkan counter itu, karena dari pembicaraan itu justru saya yang lebih merendahkan nada suara, sedangkan si pelayan justru menjawab dengan nada yang lebih tinggi.

Saya pun akhirnya memutuskan untuk membeli kartu perdana internet di counter lain yang memiliki pelayanan yang lebih ramah, sehingga saya lebih nyaman bertanya dan berkonsultasi kira-kira paket internet apa yang lebih bagus dan lebih cocok buat blogger amatiran seperti saya.

Singkat cerita ternyata paket perdana internet indosat kuota bulanan 5 Giga yang saya beli tidak bertahan sampai satu bulan, baru sekitar 2 minggu saja sudah habis. Mau tidak mau saya harus membeli paket internet lagi, kalau tidak mau galau sepanjang hari karena tidak bisa ngeblog dan internetan. Karena kalau tidak ngeblog sehari, rasanya seperti separuh nyawaku hilang. hehehee..

Saya pun kembali datang ke counter yang pelayannya kurang ramah itu, saya berharap sudah ganti orang, atau mungkin karena kemaren dia sedang datang bulan, jadi agak kurang ramah, dan hari ini bisa menerima pelanggan dengan ramah. Sesampainya di counter tersebut ternyata pelayannya masih sama, wanita setengah baya dengan lipstik dan alis tebal. Pelayanan yang diberikan juga hampir sama, saya juga mengulangi dialog 2 minggu yang lalu, dan jawabannya juga sama tidak menyenangkan hati.

Akhirnya untuk kedua kalinya saya pergi meninggalkan counter itu karena merasa kesal dan tidak diperlakukan dengan baik, padahal jika kita pahami, bukankah pembeli itu adalah raja? bukankah faktor utama dalam hal jual beli adalah pelayanan?. Sangat disayankan sekali jika counter handphone dan pulsa sebesar itu tapi dengan kualitas pelayanan yang menurut saya sangat memprihatinkan sekali.

Jika memang perempuan itu hanya karyawan dan bukan pemilik counter, sungguh kasihan sekali si pemilik counter pasti akan kehilangan banyak pelanggan, hanya karena pelayanan yang kurang ramah yang diberikan oleh karyawannya.

Dari pengalaman ini saya simpulkan bahwa apapun usaha yang kita geluti, pelayanan terhadap pelanggan/ konsumen adalah yang utama. Karena saya pun selain ngeblog juga memiliki usaha dibidang jasa cuci sofa dan jasa cuci springbed, jadi mengerti bagaimana memperlakukan pelanggan dengan baik.

Bayangkan jika satu pelanggan puas dengan pelayanan yang kita berikan, kemudian mereka menggunakan jasa kita selama 1 bulan sekali, karena puas maka dia merekomendasikan jasa kita kepada keluarganya, teman-temannya, tetangganya, maka berapa keuntungan yang bisa kita dapatkan hanya dari 1 orang pelangan saja. Dan berapa kerugian yang kita dapatkan karena pelayanan yang kurang baik terhadap satu pelanggan.

Saya berharap semoga counter itu segera memperbaiki kualitas pelayanan terhadap pelanggan, meskipun saya sudah berjanji dalam hati untuk tidak datang lagi ke counter tersebut. Semoga menginspirasi.
Tag : Artikel
Back To Top