Hukum Jual Beli Kucing

Hukum Jual Beli Kucing - Apakah anda termasuk salah seorang yang memiliki hobby memelihara hewan kucing? Jika iya, dari manakah anda mendapatkan kucing peliharaan tersebut? Apakah dari menangkap kucing liar kemudian anda pelihara? Apakah dari membeli hewan kucing di penjual hewan peliharaan? Ataukah meminta kepada saudara atau teman anda? Karena khusus bagi anda yang beragama islam terdapat hukum jual beli kucing yang nantinya akan kita bahas sedikit dalam posting kali ini.
hukum-jual-beli-kucing
Hewan kucing memang merupakan salah satu hewan yang lucu, penurut, dan jinak. Maka tak heran jika hewan kucing dijadikan peliharaan bagi sebagian orang, bahkan konon diriwayatkan bahwa kucing adalah hewan peliharaan nabi. Dalam riwayat tersebut diceritakan bahwa kucing kesayangan Nabi Muhammad SAW diberi nama "Mueeza". Kembali lagi pada topik pembahasan kali ini tentang hukum jual beli kucing dalam pandangan agama islam.

Baca: Macam-macam jenis kucing lucu dan menggemaskan

Jika anda mengetik kata kunci di google tentang "Hukum jual beli kucing menurut agama islam" atau cukup dengan mengetik "Hukum jual beli kucing" saja, maka disana akan tersedia banyak sekali artikel yang membahas akan hal tersebut. Sebagian besar pembahasan yang ditulis oleh para ustadz menjelaskan bahwa hukum jual beli kucing adalah haram. Meskipun adapula sebagian ulama yang menyatakan bahwa hukum jual beli kucing adalah makruh.

Merujuk pada sebuah hadist Nabi Muhammad SAW Dari Abu Az Zubair, beliau berkata bahwa beliau pernah menanyakan pada Jabir mengenai hasil penjualan anjing dan kucing. Lalu Jabir mengatakan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras hal ini.” (HR. Muslim no. 1569).

Namun pada kenyataannya banyak sekali para Sahabat dan ulama yang suka memelihara kucing, bahkan ada salah satu sahabat yang saking sukanya memelihara kucing, maka beliau sampai mendapat julukan "bapaknya kucing". Lalu bagaimana jika kita ingin memiliki kucing tapi tidak ada orang yang mau memberikan hadiah kucing kepada kita, bolehkah kita membeli kucing di tempat penjualan kucing?

Menurut pendapat Ulama Empat madzhab yaitu Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi’iyyah dan Al-Hanabilah sepakat memperbolehkan jual-beli kucing. Karena kucing adalah salah satu hewan yang suci dan bukan najis, maka diperbolehkan untuk menjual atau membeli kucing.

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa kucing itu hewan suci, karena suci maka bisa dimanfaatkan. Dan dalam praktek jual-beli kucing, tidak ada syarat jual-beli yang cacat, semuanya terpenuhi. Sah jual belinya sebagaimana juga sah jual beli kuda atau juga baghl atau keledai.

Setelah sebelumnya beliau mengutip pernyataan Imam Ibnu al-Mundzir yang mengatakan bahwa mmemelihara kucing itu dibolehkan secara ijma’ ulama. Jadi jual belinya pun menjadi tidak terlarang. (Al-Majmu’ 9/230)

Sedangkan pendapat dari madzhabnya Imam Daud Abu Sulaiman al-Zohiri, mengatakan bahwa jual-beli kucing itu hukumnya haram. Ini dijelaskan oleh ulamanya sendiri, yaitu Imam Ibn Hazm (456 H) dalam kitabnya Al-Muhalla (9/13).

Tapi beliau berpendapat juga bahwa hukum jual beli kucing bisa menjadi wajib jika memang kucing itu dibutuhkan untuk ‘menakut-nakuti tikus’. Dalam kitabnya dituliskan:

Tidak dihalalkan jual beli kucing, (tapi) barang siapa yang terdesak karena gangguan tikus (di rumahnya) maka hukumnya menjadi wajib.

Artinya, walaupun madzhab ini mengharamkan jual beli kucing, namun keharamannya tidak muthlak. Ada kondisi dimana jual beli kucing menjadi boleh bahkan menjadi wajib hukumnya.

Alasan madzhab ini mengharamkan jual beli kucing adalah mengacu pada hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang telah saya tulis diatas.

Sedangkan Imam Nawawi berpendapat dalam penjelasannya tentang larangan jual beli kucing, beliau menjelaskan dalam kitabnya (al-Majmu’ 9/230)

Jawaban Abu al-Abbas bin al-‘Ash dan juga Abu Sulaiman al-Khaththabiy serta al-Qaffal dan selainnya bahwa yang dimaksud [sinnaur] di situ adalah kucing liar atau hutan [al-wahsyi]. Terlarang jual belinya karena tidak ada manfaat.

Jadi menurut beliau yang dilatarang untuk diperjual belikan adalah sinnaur atau kucing liar/ kucing hutan, karena tidak ada manfaatnya. Selain itu kucing hutan juga haram untuk dimakan karena termasuk hewan yang bertaring, berkuku tajam, dan menyerang manusia. Sedangkan untuk kucing peliharaan diperbolehkan untuk dijual atau membelinya. Wallahu a'lam

Itulah sedikit pembahasan saya tentang hukum jual beli kucing menurut agama islam. Semua kita kembalikan lagi kepada masing-masing individu dalam menyikapi hukum jual beli kucing tersebut. 
Semoga bermanfaat..
Back To Top