Stress Kerja? Ini Cara Mengatasinya

stress-kerja
Apakah anda pernah mengalami stress kerja? Jika pernah, silahkan anda lanjutkan membaca artikel ini, karena pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mengulas tentang stress kerja yang sering terjadi pada kita semua, justru disaat-saat kita dituntut untuk bekerja keras karena banyaknya pekerjaan yang telah menumpuk dimeja kerja.

Atau justru bisa jadi anda stress kerja bukan karena kebanyakan pekerjaan atau karena pekerjaan yang terlalu sulit, melainkan stress karena tidak memiliki pekerjaan atau stress dalam mencari pekerjaan. Tapi disini saya tidak akan membahas akan hal itu, karena tentu sudah banyak artikel yang membahas tentang lowongan pekerjaan.

Hal-hal yang berhubungan dengan stress kerja

1. Pengertian stress kerja

Beehr and Franz, stress kerja adalah suatu proses yang menyebabkan orang merasa sakit dan tidak nyaman atau tegang yang disebabkan oleh pekerjaan,tempat kerja atau situasi kerja yang tertentu.

Stres kerja merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi,proses berpikir dan kondisi seseorang. Jika seseorang karyawan mengalami stres yang terlalu besar maka akan dapat menganggu kemampuan seseorang karyawan tersebut untuk menghadapi lingkungannya dan pekerjaan yang akan dilakukannya, iniadalah pendapat yang dikemukakan oleh Handoko.

Menurut Davis and Newstrom, stress kerja adalah kondisi ketegangan yang dapat mempengaruhi emosi,proses pikiran,dan kondisi fisik seseorang. Jika stress kerja ini terlalu besar maka dapat mengancam kemampuan seseorang dalam menghadapi lingkungan.

Sedangkan menurut Donnelly, Stress kerja adalah suatu tanggapan adaptif yang ditengahi oleh perbedaan individu dan/atau proses psikologi dari suatu konsekuensi dari setiap kegiatan atau lingkungan,situasi,atau kejadian eksternal yang membebani tuntutan psikologis atau fisik yang berlebihan terhadap seseorang.

2. Penyebab terjadinya stress kerja

Stress kerja bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

A. Faktor lingkungan (Environment)
Faktor lingkungan ini cukup luas sekali, karena jika kita kupas lagi didalam faktor lingkungan yang dapat menyebabkan stress kerja tersebut, kita dapat menyimpulkan lagi beberapa faktor yang lebih specifik yang berhubungan dengan lingkungan.
  • Perubahan situasi dan kondisi bisnis yang dapat menyebabkan ketidakpastian kondisi ekonomi. Penurunan ekonomi ini biasanya ditandai dengan pekerja dirumahkan sementara, pengurangan tenaga kerja, pengurangan tunjangan gaji, atau bahkan PHK secara massal oleh perusahaan.
  • Situasi politik yang tidak menentu misalnya seperti menjelang pemilu, pilpres, atau bahkan revormasi seperti yang pernah terjadi di indonesia beberapa tahun yang lalu.
  • Kemajuan teknologi yang menyebabkan banyak perusahaan mendatangkan peralatan mesin baru yang lebih canggih, sehingga para pekerja harus mempelajari peralatan baru tersebut. Bahkan kemajuan teknologi yang semakin pesat tersebut juga dapat menyebabkan pengurangan tenaga kerja, karena banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan secara otomatis oleh mesin.
B. Faktor Organisasi (Organizational Factor)
Faktor organisasi yang menyebabkan stress kerja juga sangat banyak sekali misalnya adalah ketidak harmonisan antara sesama rekan kerja, ketidak harmonisan dengan atasan (bos), tuntutan tugas dan tuntutan pekerjaan, struktur dan iklim organisasi, kelebihan beban kerja, dan masih banyak lagi.

C. Faktor Individu
Ini merupakan faktor yang menyebabkan stress kerja yang berasal dari diri sendiri yang dibawa kedalam pekerjaan, misalnya seperti faktor persoalan keluarga, persoalan pacar, masalah ekonomi pribadi, atau bahkan faktor karakteristik bawaan dari individu tersebut sendiri.

3. Tingkatan atau Tahapan Stress Kerja
Menurut robert yang ditulis dalam Hawari, tahapan-tahapan stress kerja meliputi:
  • Stress kerja tahap 1, merupakan tingkatan stress yang paling ringan dan biasanya hampir tidak kita sadari sama sekali. Pada tahapan ini biasanya seseorang cenderung memiliki semangat besar dan membara, pandangan menjadi lebih tajam, memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan lebih baik dari biasanya. Meskipun cenderung memiliki dampak positif namun tanpa didasari stress kerja tahapan ini membuat cadangan energi anda menjadi semakin menipis.
  • Stress kerja tahap 2, biasanya ditandai dengan lebih sering mengeluh seperti merasa letih meskipun masih pagi, merasa lelah ketika siang mulai tiba, dan sangat lelah sekali ketika hari menjelang sore. Selain itu juga merasakan hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan seperti gangguan pencernaan, otot punggung dan tengkuk menjadi kaku, dan perasaan tidak rileks atau tegang.
  • Stress kerja tahap 3 ini sudah semakin serius terjadi khususnya pada gangguan kesehatan seperti susah tidur, gangguan usus, otot sangat kaku, serta perasaan tegang semakin meningkat bahkan bisa sampai seperti mau pingsan.
  • Stress kerja tahap 4, Pada tahapan ini kondisi sudah semakin memburuk yang biasanya ditandai dengan sulitnya bertahan ditempat kerja sepanjang hari, semua kegiatan menjadi terasa semakin sulit, perasaan takut yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata, kemampuan konsentrasi yang menurun drastis, susah tidur, dan hilangnya kemampuan untuk menanggapi situasi , kesulitan untuk bergaul dengan sesama, dan lain-lain.
  • Stress kerja tahap 5, Pada tahapan ini lebih parah lagi jika dibandingkan dengan tahapan-tahapan sebelumnya, biasanya ditandai dengan gangguan pencernaan yang serius.
  • Stress tahapan ke 6, Ini merupakan tahapan yang terakhir atau bisa dibilang tahapan darurat dimana biasanya anda akan dilarikan ke Rumah sakit karena mengalami gejala-gejala seperti sesak nafas, degub jantung berdetak sangat kuat, badan gemetar, tubuh panas dingin, bahkan pingsan.
Cara Mengatasi Stress Kerja

Dari uraian tentang pengertian stress kerja, faktor penyebab terjadinya stress kerja, serta tahapan-tahapan stress kerja diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa untuk mengatasi stress kerja adalah dengan mencegah terjadinya stress kerja itu sendiri. Bagaimana cara mencegahnya? silahkan simak uraian cara mencegah stress kerja dibawah ini:

Cara mencegah stress dalam kerjaan

1. Mencintai pekerja
Apapun pekerjaan anda, berusalah untuk mencintai pekerjaan anda dengan sepenuh hati, karena dengan mencintai pekerjaan maka anda akan bisa menikmati pekerjaan anda sendiri. Jadi sangat beruntung sekali jika anda adalah orang yang bisa mencintai pekerjaan anda, atau bahkan anda bekerja sesuai dengan kecintaan/ hobby anda, atau orang biasa menyebutnya dengan istilah passion. Silahkan baca: Pengertian passion dan cara menemukan passion.

2. Ciptakan lingkungan kerja yang nyaman.
Linkungan kerja yang nyaman merupakan faktor yang sangat penting sekali didalam pekerjaan. Misalnya dengan menjalin hubungan baik dengan sesama rekan kerja, dengan atasan, dengan bawahan, juga dengan para costumer. Anda juga bisa menjaga kebersihan lingkungan kerja agar kenyamanan kerja tetap terjaga.

3. Istirahat secara teratur
Ketika waktu istirahat sudah tiba, maka segeralah untuk beristirahat melepas penat dan lelah sambil bercanda dan bergura dengan rekan-rekan kerja anda. Jangan menunda-nunda waktu istirahat dengan alasan kerjaan masih menumpuk. Jangan memaksakan bekerja sampai larut malam sehingga mengurangi jam istirahat anda. Tidurlah minimal 6-8 jam perhari.

4. Berolah raga
Rasa lelah yang ditimbulkan akibat bekerja jangan kemudian membuat anda menjadi malas berolah raga, karena rasa lelah bekerja dengan rasa lelah akibat berolah raga sangat berbeda sekali.  Jangan menganggap bahwa dengan berolah raga maka tubuh anda akan menjadi semakin lelah. Karena justru selelah apapun tubuh anda setelah bekerja jika diimbangi dengan aktifitas olah raga secara teratur maka kesehatan anda akan tetap terjaga.

5. Rekreasi
Tubuh dan jiwa anda juga butuh rekreasi dan hiburan, jadi setelah satu minggu penuh atau bahkan satu bulan penuh anda disibukkan dengan pekerjaan, luangkan sedikit waktu anda untuk liburan atau berekreasi bersama keluarga tercinta. Rekreasi sebenarnya tidak perlu jauh-jauh dan menghabiskan banyak uang, karena sebenarnya kita bisa berekreasi dengan cara yang sederhana, misalnya seperti memancing, nonton film bioskop, nongkrong ditaman, atau pergi ketempat-tempat rekreasi disekitar tempat tinggal anda.

6. Makan makanan sehat
Pekerjaan anda yang menghabiskan waktu, tenaga, dan fikiran tentu harus diimbangi dengan kebutuhan nutrisi yang cukup. Jadi konsumsilah makanan yang sehat dan banyak mengandung serat, gizi, dan vitamin, minimal adalah mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna.

Demikianlah artikel cara mengatasi stress kerja, semoga bermanfaat..
Back To Top