Blogger Desa-Susahnya Ngeblog Di Jaringan Internet Edge

Menjadi seorang blogger meskipun menggunakan platform blogspot gratisan, tapi tentunya tetap saja  membutuhkan modal baik secara materi maupun non materi. Secara materi untuk menjadi seorang blogger tentunya dibutuhkan perangkat PC/ laptop, listrik, paket internet, modem internet, kopi, rokok, cemilan dan lain-lain. Sedangkan secara non materi seorang blogger tentunya harus memiliki modal kreatifitas, pengetahuan tentang SEO, pengetahuan tentang css dan html, kesabaran, kerja keras, dan lain-lain.

menjadi blogger desa
Suasana desa sehabis terkena abu letusan gunung kelud
Nah berbicara tentang modal secara materi bagi seorang blogger desa seperti saya, tentu yang paling utama adalah kuota internet dan jaringan internet. Pasalnya di desa tempat tinggal saya, disebelah pesisir bagian barat daya kota wonogiri, tepatnya di kecamatan manyaran, kelurahan punduhsari masih sangat sulit sekali untuk mendapatkan jaringan internet yang memiliki kecepatan seperti layaknya jaringan internet dikota besar.

Jangankan jaringan internet LTE 4G, mencari jaringan internet 3G HSDPA saja sangat sulit sekali, bahkan hampir setiap hari saya ngeblog dengan menggunakan jaringan internet EDGE atau HSDPA dengan sinyal 1 bar saja. Bisa anda bayangkan berapa kecepatan rata-rata internet dijaringan tersebut, yaitu antara 0 Kbps-50 Kbps, hanya pada jam-jam tertentu saja saya bisa beruntung mendapatkan kecepatan internet 150 Kbps. Tapi pada waktu-waktu tertentu pula, misalnya pada jam sibuk atau cuaca sedang mendung/ hujan, terkadang jaringan internet sama sekali tidak ada atau hanya berada di kecepatan 0-20Kbps, dan tentu saja sangat sulit sekali negblog dengan kecepatan internet tersebut. Sehingga pasti anda bisa membayangkan betapa sabarnya saya, hehehe.. tapi sebenarnya bukan karena saya orang yang sabar, melainkan karena keadaan, jadi lebih pada pasrah kepada keadaan.

Minimnya jaringan internet tersebut hampir berlaku untuk semua provider seluler, baik itu telkomsel, indosat ooredoo, ProXL, dan yang lainnya. Dari kesekian operator selular tersebut hanya XL saja yang memiliki jaringan internet paling bagus di desa tempat tinggal saya.

Sangat berbeda ketika dulu saya masih tinggal dibekasi, sebelum saya memutuskan pilihan untuk menetap dikampung halaman. Dengan perangkat yang sama, yaitu sebuah laptop jadul merk Acer Aspire 4741, Modem GSM jadul dengan kecepatan maksimal 3Mbps, dan paket internet XL dan 3, saya sudah bisa ngeblog dengan sangat lancar, facebookan dengan sangat nyaman, dan streaming youtube tanpa buffering.
blogger kota
Menikmati pagi dari jendela apartemen
Tapi dalam setiap pilihan pasti ada konsekuensi yang harus diterima, dimana sekarang saya harus lebih belajar sabar ngeblog dengan kecepatan internet yang sangat minim. Butuh waktu 30 detik untuk membuka google pencarian, 1 menit untuk membuka halaman blog, 1,5 menit untuk upload gambar yang sudah saya kompress, hidup tanpa streaming youtube, dan lain sebagainya.

Sempat saya mencoba menggunkan internet ssh telkomsel yang memang kecepatannya jauh lebih bagus daripada kuota internet biasa. Tapi penggunaannya cukup ribet, dan katanya kurang aman jika digunakan untuk adsense dan transaksi internet banking.

Saya berharap mudah-mudahan ada operator seluler yang membaca artikel saya ini, dan mereka tergugah untuk meningkatkan pelayanan internet di desa saya, karena sebenarnya pengguna internet didesa saya sudah cukup banyak sekali, sekitar50% dari penduduk desa sudah menggunakan akses internet setiap harinya

Tapi meskipun demikian, tetap bersyukur karena paling tidak saya masih bisa ngeblog meskipun dengan jaringan internet seadanya, sehingga saya masih bisa menyalurkan hobby menulis dan curhat di blog kebanggan saya ini. Dan yang paling penting saya masih bisa pay out adsense setiap bulannya. SEKIAN
Back To Top